Papers by salsabila lubis
Implementasi kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan proses penting dalam upaya... more Implementasi kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan proses penting dalam upaya mengembangkan seluruh potensi anak secara optimal. Kurikulum PAUD tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi lebih menekankan pada pengembangan aspek perkembangan anak secara menyeluruh, meliputi nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni. Dalam pelaksanaannya, kurikulum PAUD membutuhkan pendekatan dan strategi yang tepat agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, menyenangkan, serta sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang cenderung aktif, ingin tahu, dan belajar melalui pengalaman langsung. Oleh karena itu, berbagai pendekatan dikembangkan untuk mendukung implementasi kurikulum secara optimal.

Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) PAUD merupakan dokumen penting yang disusun dan dikembangkan ol... more Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) PAUD merupakan dokumen penting yang disusun dan dikembangkan oleh satuan pendidikan anak usia dini sebagai pedoman dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. Kurikulum ini bersifat kontekstual, artinya disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, lingkungan, serta kebutuhan masyarakat sekitar. Berdasarkan Permendikbud No. 12 Tahun 2024 yang diperbarui dengan Permendikbud No. 13 Tahun 2025, KSP PAUD terdiri dari beberapa komponen utama yang saling berkaitan dan mendukung tercapainya tujuan pendidikan anak usia dini secara optimal. Analisis karakteristik satuan pendidikan merupakan langkah awal dalam penyusunan KSP. Pada tahap ini, lembaga PAUD melakukan identifikasi terhadap kondisi internal dan eksternal yang mempengaruhi proses pembelajaran. • Peserta didik, seperti usia, latar belakang keluarga, kebutuhan khusus, dan tahap perkembangan. • Pendidik dan tenaga kependidikan, termasuk kualifikasi, kompetensi, dan pengalaman. • Lingkungan satuan pendidikan, baik lingkungan fisik maupun sosial budaya. • Sarana dan prasarana, seperti ruang belajar, alat permainan edukatif (APE), dan fasilitas pendukung lainnya. • Kearifan lokal, nilai budaya, serta potensi daerah yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran.
Kurikulum merupakan rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan pembelajaran, serta cara y... more Kurikulum merupakan rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan pembelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Dalam pendidikan anak usia dini (PAUD), kurikulum dirancang untuk menyesuaikan dengan tahap perkembangan anak yang masih berada pada masa golden age (0-6 tahun). Melalui kebijakan pemerintah, Kurikulum Merdeka ditetapkan sebagai kerangka dasar kurikulum nasional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dalam mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan anak dan kondisi lingkungan. (Kurikulum Kemdikbud) Kerangka dasar kurikulum ini mencakup tujuan, prinsip, landasan filosofis, landasan sosiologis, landasan psikopedagogis, pendekatan pembelajaran mendalam, serta landasan yuridis yang menjadi dasar pelaksanaan pendidikan.

a.Masa Awal (sebelum kemerdekaan-1960 an) Pada masa kolonial Belanda, pendidikan anak usia dini b... more a.Masa Awal (sebelum kemerdekaan-1960 an) Pada masa kolonial Belanda, pendidikan anak usia dini belum disebut PAUD, tetapi berbentuk Taman Kanak-kanak (TK) yang dikenal sebagai Frobel School. Pendidikan ini hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu dan belum memiliki kurikulum nasional yang jelas. Setelah kemerdekaan, pemerintah mulai menyadari pentingnya pendidikan anak usia dini. Pada masa ini kurikulum masih sederhana dan berfokus pada: Penanaman moral, pembiasaan perilaku, kesiapan masuk SD. kegiatan lebih banyak berupa bermain, bernyanyi, dan keterampilan dasar. Ini merupakan kurikulum resmi pertama untuk pendidikan prasekolah. Tujuannya menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai nilai Pancasila. Ciri utama: Fokus pada pembentukan karakter, kegiatan bersifat klasikal, guru sangat dominan, anak masih diposisikan sebagai objek pembelajaran. c. Kurikulum TK 1976 Kurikulum mulai mengalami penyempurnaan dengan pendekatan yang lebih sistematis. Ciri: Menekankan perkembangan jasmani dan rohani, mulai memperhatikan aspek perkembangan anak, kegiatan bermain mulai diperhatikan. Kurikulum ini mulai menggunakan pendekatan perkembangan anak. Perubahan penting: Anak dipandang sebagai individu yang aktif, penekanan pada belajar sambil bermain, mulai diperkenalkan kegiatan sentra e. Kurikulum TK 1994

Kurikulum merupakan komponen sentral dalam sistem pendidikan. Keberhasilan suatu lembaga pendidik... more Kurikulum merupakan komponen sentral dalam sistem pendidikan. Keberhasilan suatu lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas kurikulum yang dirancang dan diimplementasikan. Kurikulum bukan hanya sekadar daftar mata pelajaran, melainkan suatu sistem yang terencana dan terstruktur untuk membentuk kompetensi, karakter, serta kepribadian peserta didik. Oleh karena itu, pemahaman tentang hakikat dan konsep kurikulum menjadi dasar penting bagi calon pendidik maupun praktisi pendidikan. Secara historis, istilah kurikulum berasal dari bahasa Latin currere yang berarti "lintasan yang harus ditempuh". Dalam konteks pendidikan, kurikulum dimaknai sebagai serangkaian pengalaman belajar yang harus dilalui peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Menurut Ralph W. Tyler, kurikulum adalah semua pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Pandangan ini menekankan bahwa kurikulum tidak hanya terbatas pada materi pelajaran, tetapi mencakup seluruh aktivitas belajar yang dialami peserta didik di bawah tanggung jawab sekolah. Sementara itu, Hilda Taba menyatakan bahwa kurikulum merupakan suatu rencana pembelajaran yang disusun secara sistematis berdasarkan diagnosis kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Artinya, kurikulum harus relevan dengan perkembangan sosial dan kebutuhan zaman. Dalam perspektif modern, kurikulum dipahami sebagai suatu sistem yang terdiri dari tujuan, isi, strategi, dan evaluasi yang saling berkaitan. Di Indonesia, pengembangan kurikulum berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, yang terus melakukan pembaruan sesuai dinamika global, termasuk melalui implementasi Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, kurikulum adalah instrumen strategis yang mengarahkan seluruh proses pendidikan menuju pencapaian kompetensi dan karakter peserta didik secara menyeluruh.
Uploads
Papers by salsabila lubis