Papers by Sahdiah salsabilah hasibuan

Sahdiah Salsabilah Hasibuan, 2026
Asesmen perkembangan merupakan bagian penting dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) untuk memaha... more Asesmen perkembangan merupakan bagian penting dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) untuk memahami kebutuhan dan karakteristik individual anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asesmen perkembangan sosial-emosional anak usia dini melalui pendekatan pembelajaran mendalam. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah seorang anak perempuan usia 5 tahun di lembaga PAUD yang menunjukkan perilaku pasif dalam interaksi sosial. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, catatan anekdot, instrumen penilaian perkembangan sosial-emosional, dan wawancara dengan guru serta anak. Hasil asesmen menunjukkan adanya hambatan pada aspek pemahaman emosi diri dan pengendalian emosi. Ketidakresponan anak dalam wawancara menjadi data penting dalam memahami kondisi sosial-emosional anak. Hasil studi ini menunjukkan bahwa asesmen yang dilakukan secara komprehensif dapat membantu guru merancang pembelajaran mendalam yang berpusat pada anak sesuai kebutuhan perkembangannya.
Perkembangan emosi anak adalah proses bertahap yang dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan d... more Perkembangan emosi anak adalah proses bertahap yang dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan individu, termasuk kemampuan untuk mengenali, mengekspresikan, dan mengatur emosi. Perkembangan ini berjalan secara bertahap dan berinteraksi dengan tahapan perkembangan kognitif, sosial, dan moral anak. Sejak usia dini, anak-anak mulai menunjukkan tanda-tanda pemahaman emosional melalui ekspresi wajah mereka dan reaksi terhadap stimulasi emosional tertentu, seperti senyum pada orang yang dikenalnya atau menangis saat merasa tidak nyaman. Perjalanan ini membentuk kecerdasan emosional, karakter, dan identitas yang berpengaruh pada kesuksesan anak di masa depan.
Kurikulum Finlandia dikenal sebagai salah satu sistem pendidikan paling sukses di dunia. Kurikulu... more Kurikulum Finlandia dikenal sebagai salah satu sistem pendidikan paling sukses di dunia. Kurikulum ini menekankan pembelajaran holistik, kesejahteraan siswa, dan profesionalisme guru. Berikut adalah ringkasan mengenai pengertian, karakteristik, langkah penyusunan, dan implementasinya. Kurikulum Finlandia adalah kerangka nasional yang berisi tujuan, nilai, dan isi inti pembelajaran untuk semua mata pelajaran. Kurikulum ini menjadi acuan bagi sekolah untuk merancang kurikulum lokal yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan lingkungan belajar mereka (Vitikka et al., 2012; Tathahira et al., 2024). Kurikulum ini juga menekankan pengembangan lingkungan belajar, budaya sekolah, dan metode kerja yang mendukung pembelajaran aktif (Vitikka et al., 2012).
kurikulum internasional yang menekankan evaluasi berbasis kompetensi, keterampilan berpikir kriti... more kurikulum internasional yang menekankan evaluasi berbasis kompetensi, keterampilan berpikir kritis, dan pembentukan karakter, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing global siswa. Berikut adalah ringkasan tentang pengertian Kurikulum Cambridge, fitur, proses penyusunan, dan pelaksanaannya berdasarkan hasil penelitian. Kurikulum Cambridge adalah kurikulum internasional yang dimaksudkan untuk menyediakan siswa dengan pengetahuan, kemampuan, dan nilai global serta mempersiapkan mereka untuk ujian sertifikasi Cambridge dalam berbagai bidang studi

Sahdiah Salsabilah Hasibuan, 2025
Kurikulum Beyond Centers and Circle Time (BCCT) adalah pendekatan pembelajaran anak usia dini yan... more Kurikulum Beyond Centers and Circle Time (BCCT) adalah pendekatan pembelajaran anak usia dini yang menekankan pembelajaran berbasis bermain di berbagai sentra aktivitas. Kurikulum ini bertujuan untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak melalui pengalaman langsung dan interaksi dalam lingkungan yang terstruktur. BCCT adalah model pembelajaran berbasis sentra yang menggunakan pendekatan bermain sambil belajar, di mana anak-anak belajar melalui berbagai pusat aktivitas yang dirancang untuk mendukung perkembangan kognitif, sosial, bahasa, dan motorik secara menyeluruh (Sumar, 2021; Hartini, 2016; Anwar, 2023). Kurikulum ini menekankan prinsip child-centered dan sesuai dengan prinsip Developmentally Appropriate Practice (DAP) (Hartini, 2016). B. Karakteristik Kurikulum BCCT Pertama, berbasis sentra yaitu, pembelajaran dilakukan di beberapa pusat aktivitas seperti sentra balok, seni, bermain peran, persiapan, dan life skill (Aulia, 2024; Qori'ah, 2018). Kedua, scaffolding empat tahap yaitu terdiri dari lingkungan bermain, sebelum bermain (circle time), saat bermain, dan setelah bermain (recalling) (Sumar, 2021; Samad & Alhadad, 2016; Qori'ah, 2018). Ketiga, holistik dan individual yaitu mengakomodasi kebutuhan, minat, dan perkembangan unik setiap anak (Julaiha & Malik, 2024; Hartini, 2016). Dan yang terakhir, evaluasi beragam yaitu menggunakan penilaian anekdot, portofolio, penilaian kinerja, dan observasi (Samad & Alhadad, 2016; Qori'ah, 2018). C. Langkah-Langkah Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum BCCT Ada beberapa Langkah penyusunan dan pengembangan kurikulum BCCT, yang pertama perencanaan yaitu menyusun dokumen pembelajaran seperti program tahunan, semester, mingguan, dan RPPH harian yang mengacu pada prinsip BCCT (Anwar, 2023). Kedua, pengorganisasian lingkungan yaitu menata ruang dan alat bermain di setiap sentra sesuai kebutuhan perkembangan anak (Aulia, 2024; Rafidiyah & Normulati, 2020; Anwar, 2023). Ketiga, pelatihan guru yaitu guru perlu memahami prinsip BCCT melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi (Aulia, 2024; Rafidiyah & Normulati, 2020; Lestari, 2016). Dan yang terakhir, evaluasi dan refleksi, yaitu melakukan evaluasi harian dan refleksi untuk pengembangan kurikulum secara berkelanjutan (Samad & Alhadad, 2016; Qori'ah, 2018; Anwar, 2023). D. Implementasi Kurikulum BCCT Implementasi kurikulum BCCT dapat dilakukan dengan pelaksanaan sentra yaitu anak-anak dibagi ke dalam kelompok kecil dan bergiliran di setiap sentra aktivitas (rolling system), sehingga semua anak mendapat kesempatan yang sama (Julaiha & Malik, 2024; Sumar, 2021; Qori'ah, 2018). Kedua kegiatan terstruktur, yaitu dimulai dari penyambutan, aktivitas pagi, permainan pembuka, kegiatan inti di sentra, hingga penutupan (Sumar, 2021; Samad & Alhadad, 2016). Ketiga pendampingan dan motivasi yaitu, guru memberikan bimbingan individual, memotivasi, dan memfasilitasi transisi antar sentra (Julaiha & Malik, 2024; Lestari, 2016). Dan tantangan dari implementasi kurikulum BCCT yaitu keterbatasan ruang, alat, dan kompetensi guru dapat diatasi dengan pelatihan, penyesuaian ruang, serta kolaborasi
Sahdiah Salsabilah Hasibuan, 2025
Kurikulum Reggio Emilia adalah pendekatan pendidikan anak usia dini yang menganggap anak sebagai ... more Kurikulum Reggio Emilia adalah pendekatan pendidikan anak usia dini yang menganggap anak sebagai subjek pendidikan yang memiliki hak, potensi, minat, dan kemampuan untuk memperoleh pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungan, guru, teman sebaya, dan keluarga (Hikmah, 2020).
Sahdiah Salsabilah Hasibuan, 2025
Kurikulum High Scope adalah metode pendidikan yang dimaksudkan untuk anak usia dini dan menekanka... more Kurikulum High Scope adalah metode pendidikan yang dimaksudkan untuk anak usia dini dan menekankan keterlibatan anak dalam proses belajar. Pada tahun 1960-an, David Weikart dan timnya di Michigan, AS, mengembangkan ide ini. "Kurikulum High
Sahdiah Salsabilah Hasibuan, 2025
Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Telaah Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini
Uploads
Papers by Sahdiah salsabilah hasibuan