Pengecapan

Pengecapan atau gustasi adalah merupakan sistem saraf yang sebagian berperan pada persepsi rasa,[1] dan merupakan satu dari lima indra tradisional. Indra ini merujuk pada kemampuan mendeteksi rasa suatu zat seperti makanan atau racun. Persepsi rasa distimulasikan ketika sebuah zat di mulut bereaksi secara kimiawi dengan sel reseptor rasa pada kuncup pengecap di rongga mulut, sebagian besar di lidah. Rasa, bersamaan dengan stimulasi penciuman dan saraf trigeminus (yang mengolah rangsangan tekstur, rasa sakit dan suhu), menentukan rasa makanan dan zat lainnya. Manusia memiliki reseptor rasa pada kuncup pengecap dan bagian-bagian lainnya, yaitu pada permukaan lidah, langit-langit lunak, serta epitelium faring dan epiglotis.[2][3] Korteks gustatori berperan dalam persepsi rasa.
Pada manusia dan banyak hewan vertebrata lain, indra pengecapan terkait dengan indra penciuman pada persepsi otak terhadap rasa. Sensasi pengecapan klasik mencakup manis, asin, masam, dan pahit. Belakangan, ahli-ahli psikofisik dan neurosains mengusulkan untuk menambahkan kategori lain, terutama rasa gurih (umami) dan asam lemak.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Trivedi, Bijal P. (2012). "Gustatory system: The finer points of taste". Nature. 486 (7403): S2 – S3. Bibcode:2012Natur.486S...2T. doi:10.1038/486s2a. ISSN 0028-0836. PMID 22717400. S2CID 4325945.
- ↑ Witt, Martin (2019). "Anatomy and development of the human taste system". Smell and Taste. Handbook of Clinical Neurology. Vol. 164. hlm. 147–171. doi:10.1016/b978-0-444-63855-7.00010-1. ISBN 978-0-444-63855-7. ISSN 0072-9752. PMID 31604544. S2CID 204332286.
- ↑ Human biology (Page 201/464) Diarsipkan 26 March 2023 di Wayback Machine. Daniel D. Chiras. Jones & Bartlett Learning, 2005.