Lompat ke isi

Operasi Cartwheel

Operasi Cartwheel
Bagian dari Perang Pasifik

Pasukan Divisi Marinir ke-1 mendarat di pantai selama Pertempuran Tanjung Gloucester, 26 Desember 1943.
Tanggal30 Juni 1943 20 Maret 1944
LokasiPapua dan Kepulauan Solomon
Hasil

Kemenangan Sekutu

  • Pangkalan Jepang di Rabaul berhasil dinetralisir
Pihak terlibat
 Amerika Serikat
 Australia
 Selandia Baru
 Kekaisaran Jepang
Tokoh dan pemimpin
Pasukan

Angkatan Darat Pertama


Angkatan Darat Keenam


Armada Ketiga
Armada Ketujuh


Angkatan Udara Kelima

Armada Wilayah Tenggara


Angkatan Darat Area Kedelapan


Angkatan Darat Udara ke-4

  • Divisi Udara ke-6
  • Divisi Udara ke-7
Kekuatan
250.000 200.000
Korban
2.000 tewas
6.800 terluka
35.300 tewas
Bagian timur Wilayah Nugini, dan Kepulauan Solomon utara; wilayah tempat Operasi Cartwheel berlangsung, mulai Juni 1943.

Operasi Cartwheel (1943 – 1944) adalah operasi militer besar yang dilakukan oleh Sekutu di teater Pasifik pada Perang Dunia II. Tujuan utama Cartwheel adalah untuk menetralkan pangkalan utama Jepang di Rabaul. Operasi ini dipimpin oleh Panglima Tertinggi Sekutu di Kawasan Pasifik Barat Daya (SWPA), Jenderal Douglas MacArthur, yang pasukannya telah maju sepanjang pantai timur laut Papua dan menduduki pulau-pulau terdekat. Pasukan Sekutu dari Kawasan Pasifik Selatan, di bawah Laksamana William Halsey, maju melalui Kepulauan Solomon menuju Bougainville. Pasukan Sekutu dari Australia, Belanda, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan berbagai pulau di Pasifik turut serta dalam operasi ini.[1]

  1. "Operations Against the Japanese on Arundel and Sagekarsa Islands". World Digital Library. Diakses tanggal 11 Februari 2013.

Referensi

[sunting | sunting sumber]

Sejarah resmi

Australia

Selandia Baru

Amerika Serikat

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]

04°11′46.07″S 152°10′22.59″E / 4.1961306°S 152.1729417°E / -4.1961306; 152.1729417