Tampilkan postingan dengan label stamps. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stamps. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Desember 2014

Lowongan di Stamps

Hello

Stamps adalah startup Indonesia yang bergerak dalam bidang loyalty dan Customer Relationship Management (CRM). Memiliki lebih dari 100,000 member hanya dalam kurun waktu sekitar setahun setelah launching, Stamps membutuhkan developer untuk mengembangkan Stamps ke skala yang lebih besar.

Stamps run on open source software, menggunakan Linux, Python, PostgreSQL, Redis yang dipadukan dengan beberapa komponen external seperti AWS untuk mendapatkan kinerja yang optimal.

Kami sedang mencari programmer untuk dua posisi, junior (fresh gruaduate welcome) dan senior developer. Kantor berada di daerah Cideng/Tomang.

Requirements:

  • Passionate mengembangkan sistem yang mengutamakan performance dan scale.
  • Mengerti teknologi client side seperti HTML5, CSS3 dan JavaScript.
  • Solid understanding of programming language basics is required.
Nilai plus apabila:
  • Knowledge of Python and Django is a plus.
  • Aktif berkontribusi dalam project open source karena Stamps banyak berkontribusi dalam mengembangkan software open source. Lihat https://github.com/ui dan https://github.com/selwin
  • Menyertakan profile Github/Bitbucket

Untuk posisi junior, gaji dimulai dari 4jt. Untuk senior, gaji akan tergantung kepada kemampuan anda.

Senin, 24 Maret 2014

Lowongan di Stamps

Stamps adalah startup Indonesia yang bergerak dalam bidang loyalty dan Customer Relationship Management (CRM). Memiliki lebih dari 100,000 member hanya dalam kurun waktu sekitar setahun setelah launching, Stamps membutuhkan developer untuk mengembangkan Stamps ke skala yang lebih besar.

Stamps run on open source software, menggunakan Linux, Python, PostgreSQL, Redis yang dipadukan dengan beberapa komponen external seperti Amazon cloud services untuk mendapatkan kinerja yang optimal.

Kami sedang mencari programmer untuk dua posisi, junior (fresh gruaduate welcome) dan senior developer. Kantor berada di daerah Cideng/Tomang.

Requirements:

  • Passionate mengembangkan sistem yang mengutamakan performance dan scale.
  • Mengerti teknologi client seperti HTML5, CSS3 dan JavaScript.
  • Solid understanding of programming language basics is required.
  • Knowledge of Python and Django is a plus.

Untuk yang tertarik, mohon kirim CV ke selwin [di] stamps.co.id

Rabu, 05 Maret 2014

requirements.txt dari Stamps dan Zocko

Dalam diskusi panel lalu, Selwin dan Dani bersedia berbagi requirements.txt dari Stamps dan Zocko. Jika ada yang tertarik dan membutuhkan penjelasan lebih lanjut, bisa tinggalkan komentar di tulisan ini.

Jumat, 28 Februari 2014

Cerita Diskusi Panel dalam Kopi Darat Februari 2014

Dalam kopi darat Februari 2014 lalu, kami mencoba menghadirkan format baru dalam kopdar yaitu: diskusi panel. Diskusi panel kali ini mengangkat tema Python di Startup. Kami menggeser waktu diskusi panel menjadi sesi kedua, sehingga tak semua panelis bisa hadir.

Berikut ini adalah cerita diskusi panel dengan panelis: Selwin Ong - dari stamps customer loyalty sytem dan Daniel Clemente - zocko social commerce; dan dengan moderator Theresia Tanzil.

Sesi Moderasi

  • S: Selwin
  • D: Dani

1. Please introduce yourselves and your startups.

S: Stamps adalah semacam customer loyalty management yang bekerjasama dengan restoran-restoran dan merchant lainnya. Cara kerjanya mirip seperti stamps / kupon / poin yang kadang customer dapatkan ketika berbelanja di retail offline. Misalnya ketika membeli bubble tea, customer akan dapat stamp yang dikumpulkan untuk kemudian ditukarkan dengan satu bubble tea lagi. Stamps mengadopsi sistem yang sama tapi basisnya digital. Stamps menyediakan platform yang dapat diakses dari website, iOS app, dan juga ada integrasi dengan POS. Selwin menjelaskan secara singkat cara kerja Stamps yaitu misalnya customer ke satu restoran, lalu di POS customer cukup menyebutkan email address saja. Setelah data alamat email masuk, sistem akan otomatis mengirimkan email notifikasi ke customer tersebut menginformasikan jumlah stamps yang sekarang customer itu miliki.

D: Zocko ada di tengah-tengah konsep toko dan konsep jejaring sosial. Zocko membantu toko menjual produk mereka, dan memberikan kesempatan bagi para social influencer untuk berbicara tentang produk dan membantu memasarkannya. Zocko dibangun berdua, menawarkan kesempatan mendapatkan uang untuk social influencer. Tim Zocko datang dari Barcelona, sampai saat ini sudah berbasis di Indonesia selama 7 bulan lebih, dan mau mulai serius untuk pasar Indonesia. Bekerjasama dengan pasar Indonesia dan juga dengan incubator dari Barcelona.

2. Why Python?

S: simple, code yang bersih, readable, memudahkan teamwork, dan proses training SDM yang relatif mudah (learning curve tidak besar).

Untuk proses rekrutmen, Selwin mengakui pengguna Python yang masih jarang dibanding PHP, yang memang menyulitkan proses rekrutmen. Stamps berbagi satu tips adalah dengan merekrut fresh graduate untuk kemudian diberi training Python.

D: Ketika proses pemilihan stack untuk Zocko, Daniel mempertimbangkan antara lain Django di Python, dan framework Dancer di Perl. Dani akhirnya memilih Python karena lebih mudah untuk diajarkan kepada temannya, dibanding Perl.

3. What's your stack?

D: django 1.6, Postgres, packages utk social network integration, API. Untuk HTML framework, Zocko menggunakan Zurb Foundation, jQuery. Saat ini Zocko berjalan di satu server saja, berfungsi untuk app dan database. Ada rencana untuk menggunakan Cloud server ke depannya.

S: django, ubuntu 12.04, Postgres, memcached, in house open source project untuk queue library: RQ. Untuk datastore RQ itu sendiri, Stamps menggunakan Redis. Queue library digunakan untuk memanage background jobs sehingga memberikan user experience yang real time tanpa terpengaruh seluruh proses background seperti task pengiriman email.

Selwin dan Daniel berjanji akan mengshare requirements.txt yang mereka pakai di Stamps dan Zocko.

4. What's the most difficult problem you've solved during the development?

S: Technically keeping it simple. Selwin berbagi opininya bahwa Amazon EC2 terlalu kompleks dan melibatkan banyak proses dan komponen. Selain itu Selwin mengangkat issue yang seringkali terjadi di cloud, yaitu bottleneck pada I/O, dan pertimbangan arsitektur yang terlalu kompleks menurutnya bagi sebuah startup kecil. Stamps hanya menggunakan S3 untuk backup.

Saat ini Stamps hosting di Linode VPS dengan managed service.

Selwin mengatakan salah satu isu yang cukup menarik pengerjaannya adalah tentang thumbnailing. Sekarang menggunakan easy-thumbnails, pake S3 kurang bagus karena ada asumsi storage di local disk.

Belum ada solusi, mengembangkan modul sendiri django-thumbnails, released di github.

D: Dani menambahkan untuk di Zocko menggunakan django imagekit untuk kebutuhan thumbnailing. Library ini memiliki banyak capability misalnya filter black and white.

Menurut Dani, kendala tersulit untuk Zocko adalah mengembangkan sambil juga berpikir tentang masa depan. Karena nature of startup yang banyak perubahan, apa saja yang akan diperlukan, dan juga bagaimana membangun sistem dengan komponen reusable.

5. Development team size

Tim inti development Stamps ada 4 orang. Untuk designer menggunakan tim designer perusahaan induk.

Selwin berbagi tentang perusahaan web development company yang menelurkan Stamps. Salah satu proyek karyanya adalah Indonesia Mengajar.

Ke depannya Selwin ingin lebih fokus ke tipe bisnis product based dibanding custom development.

D: Zocko 2 core development team, 2 freelance.

Dengan menggunakan django, Zocko membutuhkan pengerjaan 2 bulanan untuk rilis.

Sedangkan stamps 3 bulanan untuk menghasilkan iterasi rilis produk versi pertama. Sejauh ini sudah 1 tahun 3 bulan berjalan dan terus dilakukan development baru dan refactoring.

6. What's your business model?

D: Social commerce / affiliate marketing.

Mengenai conversion rate Zocko sendiri, Dani mengakui sebagai CTO kurang tahu pasti, tapi Dani menyebutkan sudah ada beberapa social influencer yang menghasilkan sales.

Zocko menghasilkan uang dari deal dengan merchant yang memasang produknya dan mendapatkan sales di Zocko.

S: Stamps bertindak sebagai partner para merchant dan menawarkan software untuk loyalty management. Sistem charge per bulan, per outlet.

Lalu Selwin menjelaskan sedikit tentang alur teknis dari sisi merchant. merchant driven. Stamps menyediakan API yang harus diakses dari sistem POS para merchant. Stamps memiliki partnership dengan situs solusi delivery produk makanan yaitu KlikEat, dimana setiap pelanggan yang bertransaksi di KlikEat akan mendapatkan Stamps.

7. Advantage dan disadvantage in using Python

D: Advantage: Simple, cocok untuk scripting. Disadvantage: Unicode handling di Python lebih merepotkan sedikit. Upgrade Django juga sedikit merepotkan karena harus mengupdate user model.

S: Selwin sekilas berbagi tentang issue concurrency dan package management yang belum se-mature sekarang ketika 3-4 tahun lalu. Tapi secara teknis tidak dirasakan kendala yang terlalu besar, namun Selwin lebih merasakan kendala di proses recruitment.

Selwin menekankan bahwa untuk membangun startup yang berhasil, teknis bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Faktor seperti business model, tenaga sales, dan timing kesiapan pasar.

D: Menjawab pertanyaan apakah akan menggunakan Python lagi untuk proyek berikutnya, Dani mengatakan dia akan mempertimbangkan bahasa lain dalam hal ini Javascript dengan perkembangan JS yang pesat dimana fleksibilitas dan perbedaan antara client based development dan server based development menjadi kabur. Tapi untuk server development Python masih menjadi pilihan utama.

Proses recruitment di Stamps dan Zocko terus berjalan, dan membutuhkan banyak tenaga baru, kedua perusahaan ini membuka lowongan untuk para developer Python.

Dani memberikan contact information untuk yang tertarik mengenal lebih jauh tentang kesempatan berkarir di Zocko, nama incubator Bacerlona adalah Creative Hothouse dan bisa juga langsung ke alamat email dani[at]zocko.com

Sesi Tanya-Jawab

Adin: penggunaan Redis untuk session saja atau yang lain juga?

S: Penggunaan Redis di Stamps sebatas untuk session management dan queue datastore, menggunakan capability PubSub di Redis.

Selwin berbagi opini tentang hype NoSQL dimana tidak semua kasus cocok menggunakan skema non relational. Selwin menyinggung pertimbangan tradeoff read vs write speed di NoSQL, dan perkembangan NoSQL yang mulai mengadopsi sifat SQL. Jadi untuk database utama tetap dipilih PostgreSQL.

Adin: penjelasan tentang detil web server apakah Tornado, nginx, dll

S: nginx untuk static asset files dan gunicorn untuk application servernya. Stamps 100 ribu user, CPU util rendah, 2 GB RAM, 1 VPS Linode $40 / month

D: 16 GB RAM. Server sekarang masih di eropa, ada rencana untuk menggunakan CDN Singapore based. nginx, gunicorn. Sekitar 3000 user, dan tidak semua selalu aktif di situs Zocko.

Sigit: Development methodology, development flow di startup kalian.

S: Analytic user behavior untuk menentukan fitur berikutnya yang akan dikembangkan. Selwin berbagi opininya tentang testing di sebuah aplikasi, bahwa dirinya tidak terlalu menekankan semua modul harus memiliki unit test karena membutuhkan waktu juga untuk menulis testnya, hanya untuk modul-modul tertentu yang memang rumit.

D: Aplikasi masih under heavy development, sehingga belum ditekankan unit testing. Dani lebih suka menggunakan cara rule checking sederhana dengan assert. Rule atribut semua lengkap, dan valid nilainya.

X: Do you require everything to be in Python? Hardcore Pythonista?

S: Tidak, choose the most suitable tool for the task. Nilai plus jika ada interface yang bagus dengan Python. Stamps sedang tertarik mengadopsi Elastic Search versi baru untuk mengatasi bottleneck ketika search dalam reporting.

D: Tidak, yang penting semua komponen dapat berkomunikasi dengan baik.

Adin: gimana interoperability antara komponen dengan bermacam-macam bahasa? Apakah ada yang perlu pakai SOCKS?

S: Kuncinya API yang bagus. Nggak masalah mau lewat HTTP atau lower level di SOCKS.

D: Sama, mencontohkan library Tastypie untuk membangun REST API. Semua cukup HTTP. Web server menggunakan SOCKS karena memang beroperasi di layer yang lebih rendah, tapi secara aplikasi belum dibutuhkan level yang lebih rendah dari HTTP.

Adin: Python Windows - Linux compatibility, saran bagaimana supaya meminimalisasi barrier to entry ke python dimana beginner yang kadang takut dengan command line di Linux, tapi menghadapi incompatibility / behavior / support python yang berbeda under Windows.

D: Dani kurang sepaham dengan ideologi Windows, no opinion on this compatibility issue.

S: Masih ada room of improvement untuk Python development under Windows, tapi Selwin sendiri tidak ingin fokus disana, tapi lebih fokus ke pengembangan library yang berguna dan robust untuk komunitas open source.

Zaki mengangkat wacana fasilitas dan program training dari komunitas Python Indonesia, Adin share tentang Python yang akan masuk menjadi kurikulum di UI, dan siap memfasilitasi / kontribusi wacana training ke depannya.

Last question: What's your next milestones?

S: Constant release. Major feature is to implement Elastic Search.

D: Pengembangan tool untuk kategorisasi produk secara otomatis untuk fitur Search By Color (deteksi warna).

Links:

Podcast

Rekaman podcast diskusi panel.

Selasa, 04 Februari 2014

Kopi Darat Python Indonesia Februari 2014

Pengantar

Selamat datang 2014! Komunitas Python Indonesia kembali mengadakan kopdar pertama di tahun 2014 ini. Dalam kopdar kali ini, selain seperti biasa akan ada beberapa pembicara, akan ada juga diskusi panel.

Waktu

Sabtu, 22 Februari 2014
Pukul 09.00 - 13.30 (UTC+7)

Tempat

Gedung ITTC Universitas Indonesia - Depok
Gedung ITTC menempati Gedung Perpustakaan Lama UI
(setelah FIB UI dan setelah perpustakaan baru)

Koordinat gmaps


View Larger Map

Rute jalan kaki dari Stasiun Pondok Cina

View Larger Map

Transportasi

Transportasi Umum

Kereta Commuter Line. Turun di Stasiun UI atau di Pondok Cina. Lalu dilanjutkan jalan kaki atau bisa juga naik ojek (jarak dari kedua stasiun ini ke lokasi, kurang-lebih sama).

Transportasi Pribadi

Tersedia area parkir untuk mobil dan motor di dalam kampus UI.

Registrasi

Sama dengan kopdar sebelum-sebelumnya, untuk menghadiri ini tidak diperlukan registrasi dan tidak dipungut biaya. Acara ini bersifat publik. Kapasitas ruangan terbatas untuk 30 orang.

Jadwal Acara

09.00 - 09.25 Perkenalan
09.25 - 09.30 Pembukaan oleh Zaki Akhmad
09.30 - 09.45 Sambutan dari Universitas Indonesia
09.45 - 10.30 Penggunaan Raspberry Pi sebagai Pengendali Proses Pengambilan Data Kendaraan pada Gerbatama UI oleh Gladhi Guarddin, M.Kom
10.30 - 11.15 Analisa Data di Python dengan Pandas oleh Sigit Nurseto
11.15 - 12.00 OpenStreetMap Resources for Developers by Kate Chapman
12.00 - 13.00 Diskusi Panel: Python di Startup: Burufly, Stamps, Zocko dengan moderator: Theresia Tanzil.
13.00 - 13.15 Foto Bersama dan Penutupan

Meetup.com

Berikut ini adalah tautan di meetup.com http://www.meetup.com/Python-ID/events/164410742/.

Abstrak Materi dan Profil Pembicara

Raspberry Pi dan alat parkir UI oleh Gladhi Guarddin, M.Kom

Penggunaan Raspberry Pi sebagai pengendali proses pengambilan data kendaraan pada gerbatama UI.

Gladhi Guarddin, M.Kom, adalah dosen Fakultas Ilmu Komputer UI, mengajar mata kuliah pemrograman sistem, sistem terdistribusi, dan mata kuliah yang berhubungan dengan infrastruktur TI. Dan juga admin Kambing-UI.

Analisa Data di Python dengan Pandas oleh Sigit Nurseto

Analisa data dapat memberi kita informasi yang berguna tentang pattern, relationship atau tren dari suatu kumpulan data. Python yang saat ini sudah memiliki operasi data yang mudah, menjadi lebih powerful dengan adanya library Pandas. Dengan menggunakan Pandas kita dapat melakukan data analisis dari suatu database atau bentuk data lainnya dengan fleksible, cepat dan ekspresif.

Pada kopdar kali ini, saya akan memperkenalkan Pandas dan memperlihatkan bagaimana library ini dapat dipakai secara mudah dan menyenangkan untuk menganalisa data. Supaya mudah dipahami, saya akan menampilkan langsung bagaimana Pandas membuat kumpulan raw data menjadi Graph yang menarik dan berguna.

Sigit Nurseto. Sejak melihat source code Python pertama kali beberapa tahun lalu, saya langsung tertarik dengan Python karena kecantikan sintaknya. Sampai saat ini saya adalah Freelance Programmer yang selalu menggunakan Python selama client tidak terlalu peduli dengan bahasa yang dipakai :)

OpenStreetMap Resources for Developers by Kate Chapman

OpenStreetMap is an Internet project with the goal of creating a free map of the entire world. The reason OpenStreetMap exists is most maps you think of as free actually have legal or technical restrictions. The OpenStreetMap community creates many tools of use to developers. This includes a variety of web and mobile APIs, custom maps, and a variety of data formats. As a developer what resources should you use to develop your app? How can you get help if you get suck? What ways can you contribute to existing projects? This talk will help get developers started with OpenStreetMap.

Kate Chapman is the Executive Director of the Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT), a non-governmental organization dedicated to helping support communities, governments and humanitarian responders in their utilization of OpenStreetMap in crisis response and contingency planning. As the Executive Director, Kate both oversees the overall goals of the organization, and participates in its programs. Currently, Kate is based in Jakarta, Indonesia, leading a multiyear program to collect critical infrastructure information, which proved especially useful to the municipal government in the aftermath of the 2013 and 2014 Jakarta floods. Additionally, the Indonesia project inspired an OpenStreetMap mapping competition and assisted community facilitators in upgrading from hand-drawn to more accurate digital maps. Kate is also active in the wider OpenStreetMap community, including serving on the board of the OpenStreetMap Foundation. Prior to her work at HOT, Kate was involved in web-mapping applications engineering, including GeoCommons and iMapData.

Diskusi Panel: Python di Startup

Theresia Tanzil

Python enthusiast yang masih suka CLBK dengan PHP.

Burufly

Burufly aims to help travelers find great places to visit whether it be for a long journey or short holiday and even random nights out in their own city. We are currently the only platform that has every destination in Indonesia covered (and soon South East Asia), with a diverse array of photos, videos, reviews, articles and local experts from every corner of Indonesia, meaning you will have your own personal guide, no matter where you choose to go.

Burufly.com was developed using Django. During our releases, we try to figure out which areas of the platform can be bottlenecks. During our 14 months of being released we have made a lot of adjustments to our codes to provide better access for our users. Hopefully some of the tricks and tips we use can be beneficial to other people who develop using Django as well.

Reza Muhammad is a sysadmin turned developer as well as an open source enthusiast. He Went to school to learn about Unix and came out as a developer instead. Having experiences in multiple startups and clients in Indonesia and abroad, Reza joined Burufly in 2012 to lead the engineering team to build a scalable platform for travelers.

Stamps

...

Zocko

Zocko is a web tool to help social influencer people to monetize its social networks audience by promoting cool & trendy products from an all-in-one platform. The company has recently been funded to launch the product in Indonesia (as the main market) and the USA (as secondary).

We are a young, talented and motivated team of two founders from Barcelona, Spain, have the support of top-level advisors/mentors and have been incubated/accelerated of Creative HotHouse Barcelona during 8 months.

Daniel Clemente Laboreo, Zocko CTO. My working material is knowledge. My goals are to promote usability and excellence and to avoid technical or ethical barriers in computing. I value doing things well. I like anything which has theory on it, as well as the technical inner workings. I want to work in challenging and useful projects, learn from others and teach what I learnt.